Sunday, December 27, 2009

MENCARI TITIK TEMU KASUS BANK CENTURY

JAKARTA 14 DESEMBER 2009

MENCARI TITIK TEMU KASUS BANK CENTURY


Perkembangan kasus Bank Century menunjukkan makin banyaknya kepentingan politik yang bermain. Bank yang di-bailout senilai Rp 6,7 triliun ini menjadi titik sentral pertarungan politik di negeri ini. Tak urung, bank ini terkadang dijadikan sebagai senjata untuk menohok lawan politik.

Awalnya, pembentukan Pansus Bank Century ini relatif lancar. Meski sempat terjadi perdebatan dan perebutan ketua pansus; setelah terpilih, persoalan sepertinya selesai. Apalagi, Ketua Pansus Idrus Marham yang berasal dari Golkar berjanji akan buka-bukaan, tanpa tedeng aling-aling, dan tak akan berpihak kepada pemerintah.

Babak baru kemudian muncul ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani secara mengejutkan mengatakan, "Aburizal Bakrie tidak suka dengan saya." Selain itu, dia juga menuding bahwa orang-orang Golkar tidak bersahabat dengan dia. Maka, muncullah analisis, mengapa kemudian Golkar ngotot menjadi ketua pansus.

Golkar tidak terima dengan pernyataan Sri Mulyani tersebut. Mereka membantah bahwa ada skenario untuk memojokkan Sri Mulyani, apalagi dengan alasan Aburizal, sang ketua umum Golkar, tidak suka pada Sri Mulyani. Partai berlambang beringin itu tetap akan mendukung pemerintah, tanpa harus memojokkan pihak lain.

Sehari kemudian, Golkar balik menyerang. Mereka mengaku memiliki rekaman rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dan Robert Tantular, pemilik Bank Century, beberapa hari sebelum bank tersebut diselamatkan. Intinya, Robert memercayakan kepada Sri Mulyani bahwa bank yang dimilikinya diselamatkan. Departemen Keuangan membantah adanya rekaman itu. Menurut mereka, Sri tak pernah berkomunikasi dengan Robert.

Perseteruan antara Sri Mulyani dan Golkar pun secara tak langsung menyeret partai lain. PPP, misalnya, langsung mengundang menteri keuangan itu untuk buka-bukaan. Dan, pengurus partai tersebut mengaku mendapat perspektif yang lebih luas tentang masalah bailout dan tentu masalah perseteruan Sri Mulayni dengan Golkar, khususnya Aburizal.

Kasus Century sudah menjadi bola liar yang menggelinding ke mana-mana. Semua pihak ingin menangkapnya dan menjadikan Bank Century sebagai alat untuk meraih simpati masyarakat. Suhu politik jadi makan panas, tarik-menarik kepentingan makin terlihat pada perilaku penyelenggara negara dan politisi.

Di kabinet sendiri, sudah muncul perpecahan. Ini bisa dimaklumi, kabinet yang merupakan hasil koalisi besar itu terdiri atas banyak partai. Dalam kondisi seperti sekarang ini, partai-partai mencoba untuk menjadi populer. Caranya, bersikap keras seperti layaknya oposisi. Sikap partai seperti itu tentu terbawa dalam kabinet.

Benih-benih perpecahan makin tampak dengan adanya serangan Sri Mulyani terhadap politisi ini. Menteri yang berasal dari Golkar tentu akan resisten jika ada kebijakan menteri keuangan yang mneyangkut kepentingannya. Sementara itu, beberapa menteri dari Golkar ada dalam kementerian ekonomi yang banyak berhubungan dengan kementerian keuangan.

Menggelindingnya bola liar Bank Century ini harus segera dihentikan. Sudah terlalu banyak energi yang kita keluarkan untuk mengurus Bank Century ini. Produktivitas menjadi merosot hanya demi satu masalah, padahal masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan agar negeri ini bisa bangkit dari keterpurukan.

KPK perlu cepat menangani kasus ini. Pansus DPR tak bisa diharapkan karena saat ini pun sudah terlihat bias dengan kepentingan politik. Jadi, hanya KPK-lah yang menjadi tumpuan agar kasus Bank Century selesai. Jangan pandang bulu. Siapa yang salah harus dihukum. Segera selesaikan agar kita bisa berkonsentrasi ke hal yang lebih produktif.


wassalam

RACHMAD YULIADI NASIR

INDEPENDENT
PEMERHATI PUBLIC & MEDIA
rbacakoran at yahoo dot com

kompasiana.com/rachmadbacakoran

http://www.kompasiananews.blogspot.com
Baca juga http://www.walikotasabang.blogspot.com

http://www.facebook.com/group.php?gid=364873875496
(Grup:RACHMAD YULIADI NASIR)

http://www.facebook.com/group.php?gid=238510850931
(Grup:Gerakan Facebooker 1.000.000 Orang Visit Kilometer Nol Sabang Aceh).

http://www.facebook.com/group.php?gid=210886650676
(GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR)